
MAKASSAR, -- Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Pertanian Makassar secara intensif memantau peredaran daging dan ayam di sejumlah pasar tradisional dan swalayan. Daging tidak layak konsumsi rawan beredar di tengah tingginya permintaaan dengan harga murah.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Pertanian Makassar, Yulistyawati mengatakan, petugas khusus rutin memantau kondisi daging dan ayam setiap hari di pasar dan swalayan. Target pemantauan di antaranya Pasar Pabaengbaeng, Terong, Toddopuli, Sambung Jawa, Pannampu, dan Maricaya
Yulistyawati mengakui, dari pantauan petugas lapangan ditemukan daging tidak segar yang sebenarnya tidak layak jual. Namun, petugas hanya dapat melaporkan temuannya kepada kepala pasar dan melakukan pembinaan kepada pedagang agar tidak sembarang menjual daging.
"Kurang tersedianya fasilitas pendingin salah satu faktor yang menyebabkan daging cepat rusak. Daging di tempat terbuka sekitar empat jam saja, sudah mulai terjadi pembusukan. Apalagi bila meja dan higienitas lingkungan tidak layak," jelas Yuli, Jumat 5 Agustus.
Dia mengimbau konsumen agar lebih cermat memilih daging maupun ayam, baik yang berada di pasar tradisional maupun swalayan. Apalagi bila harga yang ditawarkan lebih murah dari harga normal.
Selain daging, jeroan atau organ dalam ternak potong juga sangat rawan dijual dalam kondisi yang tidak segar lagi. Jeroan tidak layak konsumsi, tuturnya, salah satunya bila dijual dengan kisaran Rp10 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram.
Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Pertanian Makassar juga meminta kesadaran pedagang menjual daging dan ayam yang lebih segar dan tidak menjual dagangan yang tidak layak konsumsi. Ayam potong yang telah disuntik air agar diperoleh timbangan yang lebih berat, salah satu modus yang biasanya dilakukan.
"Cara seperti ini tidak saja telah mencurangi pelanggan dengan cara menambah bobot menggunakan air. Penggunaan air yang tidak higienis juga sangat berpengaruh pada kualitas daging. Makanya, kami meminta masyarakat lebih waspada," imbau Yuli.
0 comments:
Post a Comment